Hiperemesis Gravidarum

Rabu, 09 Mei 2012


Definisi

Hiperemesis gravidarum adalah mual dan muntah berlebihan sehingga pekerjaan sehari – hari terganggu dan keadaan umum menjadi buruk. (Arif, 1999)

Hiperemesis gravidarum adalah mual – muntah berlebihan sehingga menimbulkan gangguan aktivitas sehari – hari dan bahkan membahayakan hidupnya. (Manuaba, 2001)

Wanita hamil memuntahkan segala apa yang dimakan dan diminum hingga berat badannya sangat turun, turgor kulit berkurang, diuresis berkurang dan timbul asetonuri, keadaan ini disebut hiperemesis gravidarum. (Sastrawinata, 2004)


Hiperemesis gravidarum adalah vomitus yang berlebihan atau tidak terkendali selama masa hamil, yang menyebabkan dehidrasi, ketidakseimbangan elektrolit, atau defisiensi nutrisi, dan kehilangan berat badan. (Lowdermilk, 2004)

Hiperemesis gravidarum adalah suatu keadaan (biasanya pada hamil muda) dimana penderita mengalami mual- muntah yang berlebihan, sedemikian rupa sehingga mengganggu aktivitas dan kesehatan penderita secara keseluruhan. (Achadiat, 2004)

Hiperemesis gravidarum adalah bentuk parah dari morning sickness, dengan "tanpa henti, yang berlebihan yang berhubungan dengan kehamilan mual dan / atau muntah yang mencegah asupan makanan dan cairan." Hiperemesis dianggap komplikasi yang jarang terjadi kehamilan tetapi, karena mual dan muntah selama kehamilan ada di sebuah kontinum, sering kali diagnosis tidak baik antara morning sickness umum dan hiperemesis gravidarum. Perkiraan persentase ibu hamil yang menderita berkisar dari 0,3% menjadi 2,0%. (www.wikipwdia.com)


Etiologi

Penyebab hiperemesis gravidarum belum diketahui secara pasti. Tidak ada bukti bahwa penyakit ini disebabkan oleh faktor toksik, juga tidak ditemukan kelainan biokimia. Perubahan – perubahan anatomik pada otak, jantung, hati dan susunan saraf, disebabkan oleh kekurangan vitamin serta zat – zat lain akibat inanisi. Beberapa faktor predisposisi dan faktor lain yang telah ditemukan oleh beberapa penulis sebagai berikut :

1.      faktor predisposisi :
a.       Primigravida
b.      Overdistensi rahim : hidramnion, kehamilan ganda, estrogen dan HCG tinggi, mola hidatidosa

2.      Faktor organik :
a.       Masuknya vili khorialis dalam sirkulasi maternal
b.      Perubahan metabolik akibat hamil
c.       resistensi yang menurun dari pihak ibu.
d.      Alergi

3.      faktor psikologis :
a.       Rumah tangga yang retak
b.      Hamil yang tidak diinginkan
c.       takut terhadap kehamilan dan persalinan
d.      takut terhadap tanggung jawab sebagai ibu
e.       Kehilangan pekerjaan


Patofisiologi

Hiperemesis gravidarum yang merupakan komplikasi mual dan muntah pada hamil muda bila terjadi terus menerus dapat menyebabkan dehidrasi dan tidak imbangnya elektrolit dengan alkalosis hipokloremik.

1.   Hiperemesis gravidarum dapat mengakibatkan cadangan karbohidrat dan lemak habis terpakai untuk keperluan energi. Karena oksidasi lemak yang tidak sempurna terjadilah ketosis dengan tertimbunnya asam aseton – asetik, asam hidroksi butirik dan aseton dalam darah.

2.      Kekurangan cairan yang diminum dan kehilangan karena muntah menyebabkan dehidrasi sehingga cairan ekstraseluler dan plasma berkurang. Natrium dan khlorida darah dan khlorida air kemih turun. Selain itu juga dapat menyebabkan hemokonsentrasi sehingga aliran darah ke jaringan berkurang

3.      Kekurangan kalium sebagai akibat dari muntah dan bertambahnya ekskresi lewat ginjal menambah frekuensi muntah – muntah lebih banyak, dapat merusak hati dan terjadilah lingkaran setan yang sulit dipatahkan

4.   Selain dehidrasi dan terganggunya keseimbangan elektrolit dapat terjadi robekan pada selaput lendir esofagus dan lambung (Sindroma Mallory-Weiss) dengan akibat perdarahan gastro intestinal.


Gejala dan Tanda

Batas jelas antara mual yang masih fisiologik dalam kehamilan dengan hiperemesis gravidarum tidak ada, tetapi bila keadaan umum penderita terpengaruh, sebaiknya ini dianggap sebagai hiperemesis gravidarum. Hiperemesis gravidarum menurut berat ringannya gejala dapat dibagi :

1.      Tingkatan I
a.       Muntah terus menerus sehingga menimbulkan :
·         Dehidrasi : turgor kulit turun
·         Nafsu makan berkurang
·         Berat badan turun
·         Mata cekung dan lidah kering
b.      Epigastrium nyeri karena asam lambung meningkat dan terjadi regurgitasi ke esophagus
c.       Nadi meningkat dan tekanan darah turun
d.      Frekuensi nadi sekitar 100 kali/menit
e.       Tampak lemah dan lemas

2.      Tingkatan II
a.       Dehidrasi semakin meningkat akibatnya :
·         Turgor kulit makin turun
·         Lidah kering dan kotor
·         Mata tampak cekung dan sedikit ikteris
b.      Kardiovaskuler
·         Frekuensi nadi semakin cepat > 100 kali/menit
·         Nadi kecil karena volume darah turun
·         Suhu badan meningkat
·         Tekanan darah turun
c.       Liver
·         Fungsi hati terganggu sehingga menimbulkan ikterus
d.      Ginjal
Dehidrasi menimbulkan gangguan fungsi ginjal yang yang menyebabkan :
·         Oliguria
·         Anuria
·         Terdapat timbunan benda keton aseton
·         Aseton dapat tercium dalam hawa pernafasan
·         Kadang – kadang muntah bercampur darah akibat ruptur esofagus dan pecahnya mukosa lambung pada sindrom mallory weiss.

3.      Tingkatan III
a.       Keadaan umum lebih parah
b.      Muntah berhenti
c.       Sindrom mallory weiss
d.      Keadaan kesadran makin menurun hingga mencapai somnollen atau koma
e.       Terdapat ensefalopati werniche :
·         Nistagmus
·         Diplopia
·         Gangguan mental
f.       Kardiovaskuler
·         Nadi kecil, tekanan darh menurun, dan temperatur meningkat
g.      Gastrointestinal
·         Ikterus semakin berat
·         Terdapat timbunan aseton yang makin tinggi dengan bau yang makin tajam
h.      Ginjal
·         Oliguria semakin parah dan menjadi anuria


Diagnosis

           Diagnosis hiperemesis gravidarum biasanya tidak sukar. Harus ditentukan adanya kehamilan muda dan muntah terus menerus, sehingga mempengaruhi keadaan umum. Namun demikian harus dipikirkan kehamilan muda dengan penyakit pielonefritis, hepatitis, ulkus ventrikuli dan tumor serebri yang dapat pula memberikan gejala muntah. Hiperemesis gravidarum yang terus menerus dapat menyebabkan kekurangan makanan yang dapat mempengaruhi perkembangan janin, sehingga pengobatan perlu segera diberikan.


Komplikasi

·         Bagi wanita hamil
Jika tidak diobati, HG dapat menyebabkan gagal ginjal, mielinolisis pontine pusat, koagulopati, atrofi, Mallory-Weiss sindrom, hipoglikemia, sakit kuning, kekurangan gizi, ensefalopati Wernicke, pneumomediastinum, rhabdomyolysis, deconditioning, avulsion limpa, dan vasospasms arteri serebral. Depresi merupakan komplikasi sekunder umum HG. Pada kesempatan langka seorang wanita dapat meninggal karena hiperemesis; Charlotte Bronte adalah korban diduga penyakit ini.

·         Bagi janin
Bayi dari wanita dengan hiperemesis berat yang mendapatkan kurang dari 7 kg (15,4 lb) selama kehamilan cenderung berat lahir rendah, kecil untuk usia kehamilan, dan lahir sebelum usia kehamilan 37 minggu. Sebaliknya, bayi dari wanita dengan hiperemesis yang memiliki keuntungan kehamilan berat lebih dari 7 kg muncul mirip sebagai bayi dari kehamilan tanpa komplikasi. Tidak ada jangka panjang tindak lanjut penelitian telah dilakukan pada anak dari ibu hiperemesis.


Pencegahan
       Prinsip pencegahan adalah mengobati emesis agar tidak terjadi hiperemesis gravidarum dengan cara :
1.      Memberikan penerangan tentang kehamilan dan persalinan sebagai suatu proses yang fisiologik
2.      Memberikan keyakinan bahwa mual dan kadang – kadang muntah merupakan gejala yang fisiologik pada kehamilan muda dan akan hilang setelah kehamilan 4 bulan.
3.      Menganjurkan mengubah makan sehari – hari dengan makanan dalam jumlah kecil tapi sering
4.      Menganjurkan pada waktu bangun pagi jangan segera turun dari tempat tidur, erlebih dahulu makan roti kering atau biskuit dengan dengan teh hangat.
5.      makanan yang berminyak dan berbau lemak sebaiknya dihindarkan
6.      Makanan seyogyanya disajikan dalam keadaan panas atau sangat dingin
7.      Defekasi teratur
8.  Menghindari kekurangan karbohidrat merupakan faktor penting, dianjurkan makanan yang banyak mengandung gula.

0 komentar: