Anemia

Senin, 04 Februari 2013

Anemia dalam bahasa Yunani: Tanpa darah 

adalah keadaan dimana jumlah sel darah merah atau jumlah hemoglobin (protein pembawa oksigen) dalam sel darah merah berada dibawah normal.

Sel darah merah mengandung hemoglobin, yang memungkinkan mereka mengangkut oksigen dari paru-paru dan mengantarkannya ke seluruh bagian tubuh.

Anemia menyebabkan berkurangnya jumlah sel darah merah atau jumlah hemoglobin dalam sel darah merah, sehingga darah tidak dapat mengangkut oksigen dalam jumlah sesuai yang diperlukan tubuh.

Anemia adalah kekurangan hemoglobin (Hb). Hb adalah protein dalam sel darah merah, yang mengantar oksigen dari paru ke bagian tubuh yang lain.

Anemia menyebabkan kelelahan, sesak napas dan pusing. Orang dengan anemia merasa badannya kurang enak dibandingkan orang dengan tingkat Hb yang wajar. Mereka merasa lebih sulit untuk bekerja

Anemia didefinisikan oleh tingkat Hb. Sebagian sepakat bahwa tingkat Hb di bawah 6,5 menunjukkan anemia yang gawat.

Tingkat Hb yang wajar adalah sedikitnya 12 untuk perempuan dan 14 untuk laki-laki.
Secara keseluruhan, perempuan mempunyai tingkat Hb yang lebih rendah dibandingkan laki-laki. Begitu juga dengan orang yang sangat tua atau sangat muda.

Apa Penyebab Anemia?

Penyebab umum dari anemia:
1.     Perdarahan hebat
2.     Akut (mendadak)
3.     Kecelakaan
4.     Pembedahan
5.     Persalinan
6.     Pecah pembuluh darah
7.     Kronik (menahun)
8.     Perdarahan hidung
9.     Wasir (hemoroid)
10.  Ulkus peptikum
11.  Kanker atau polip di saluran pencernaan
12.  Tumor ginjal atau kandung kemih
13.  Perdarahan menstruasi yang sangat banyak

Berkurangnya pembentukan sel darah merah dikarenakan :
1.     Kekurangan zat besi
2.     Kekurangan vitamin B12
3.     Kekurangan asam folat
4.     Kekurangan vitamin C
5.     Penyakit kronik

Anemia dapat terjadi bila tubuh kita tidak membuat sel darah merah secukupnya. Anemia juga disebabkan kehilangan atau kerusakan pada sel tersebut. 

Ada beberapa faktor yang dapat menyebabkan anemia:
1.     Kekurangan zat besi, vitamin B12 atau asam folat.
2. Kekurangan asam folat dapat menyebabkan jenis anemia yang disebut megaloblastik, dengan sel darah merah yang besar dengan warna muda.
3.     Kerusakan pada sumsum tulang atau ginjal
4.     Kehilangan darah akibat pendarahan dalam atau siklus haid perempuan
5.     Penghancuran sel darah merah (anemia hemolitik)
6.     Infeksi HIV dapat menyebabkan anemia.

Bagaimana  Anemia  Diobati?

Mengobati anemia tergantung pada penyebabnya
1.     Pertama, mengobati pendarahan kronis. Ini mungkin pendarahan dalam, wasir, atau bahkan sering mimisan
2.     Berikut, memperbaiki kelangkaan zat besi, vitamin B12 atau asam folat, jika ada
3.     Berhenti memakai, atau mengurangi dosis obat-obatan yang menyebabkan anemia

Bila pendekatan ini mungkin tidak berhasil

Dua pengobatan lain adalah transfusi darah dan suntikan EPO.

Transfusi darah dahulu satu-satunya pengobatan untuk anemia parah. Namun, transfusi darah dapat menyebabkan infeksi dan menekan sistem kekebalan tubuh. Transfusi darah tampaknya mengakibatkan kelanjutan penyakit HIV yang lebih cepat dan meningkatkan risiko kematian pada Odha.

EPO (eritropoietin) merangsang pembuatan sel darah merah. Pada 1985, ilmuwan berhasil membuat EPO sintetis (buatan manusia). EPO ini disuntik di bawah kulit, biasanya sekali seminggu

Bentuk-bentuk Anemia

1. Anemia defresiasi besi (62,3%)
Anemia jenis ini biasanya berbentuk normositik dan hipokromik serta banyak dijumpai. Penyebabnya sebagai penyebab anemia umumya.

Pengobatan :
Keperluan zat besi untuk wanita hamil, non-hamil dan dalam laktasi yang dianjurkan adalah :
           FNB Amerika Serikat (1958) : 12 mg-15mg-15mg
           LIPI Indonesia (1968) : 12mg-17mg-17mg

Kemasan zat besi dapat diberikan peroral atau parenteral
          Peroral : sulfas ferasus ata glukonas ferosus denan dosis 3-5x0,20 mg
         Parenteral : diberikan bila ibu hamil tidak tahan pemberian peroral atau absorbsi di saluran pencernaan kurang baik, kemasan diberikan secara intramuskuler atau intravera.
Hasil lebih cepat dari pada peroral

2. Anemia Megaloblastik
 Biasanya berbentuk makrositik atau pernisiosa penyebab:
1.     Kekurangan asam folik
2.     Kekurangan Vit B12
3.     Malnutrisi dan infeksi yang kronit

Pengobatan
1.     Asam Folik 15 – 30 mg per hari
2.     Vit B12 3x1 tablet per hari
3.     Sulfas Ferosus 3x1 tablet per hari
Pada kasus berat dan pengobatan per oral hasilnya lamban maka dapat diberikan tanfusi darah

3. Anemia hipoplasti (8,0%)/ Aplastik
Nama lainnya a.l anemia hipoplastik, anemia refrakter, hipositemia progresif, anemia aregeneratif, aleukia hemoragika, panmieloftisis dan anemia paralitik toksik).

Disebabkan oleh hipofungsi sumsum tulang belakang, membentuk sel-sel darah merah baru. Untuk diagnosis diperlukan pemeriksaan-pemeriksaan :
1.     Darah tepi lengkap
2.     Pemeriksaan fungsi sternal
3.     Pemeriksaan retikulosh

Penyebab belum diketahui pasti, kecuali yang disebabkan oleh infeksi berat (sepsis), keracunan, dan sinar rontgen atau sinar radiasi

Beraneka ragam penyebabnya
1.     Faktor genetik {anemia Fanconi, diskeratosis bawaan, anemia aplastik bawaan, dan sindrom aplastik parsial (sindrom Blackfand-Diamond ,trombositopenia bawaan, agranulositosis bawaan)}
2.     Obat-obatan (terjadi atas dasar hipersensitivitas atau dosis obat berlebihan )
3.  Infeksi penyebab anemia Aplastik sementara (al. mononukleosis infeksiosa, tuberkulosis, influenza, bruselosis, dengue)
4.     Permanen (infeksi virus hepatitis non A, non B ) Iradiasi
5.     Kelainan imunologik (pada transplantasi sumsum tulang)
Anemia aplastik pada keadaan /penyakit lain al: Leukemia akut, hemoglobinuria nokturnal paroksimal,kehamilan.
6.     Kelompok idiopatik

4. Anemia Hemolitik ( sel sickle )(0,7%)
Disebabkan penghancuran / pemecahan sel darah merah yang lebih cepat dari pembuatannya.

Ini dapat disebabkan oleh :
1.  Faktor intrakorpuskoler : dijumpai pada anemia hemolitik, heriditer, talasemia, anemia sel sitkle (sabit), hemoglobinopati C,D,G,H,I dan paraksimal noktural hemoglobinuria.
2.   Faktor ekstrakorpuskoler : disebabkan malaria, sepsis, keracunan zat logam dan dapat beserta obat-obatan : leukimia, penyakit hodgkin,dll.

Gejala utama :
1.     Anemia dengan kelainan-kelainan gambaran darah
2.     Kelelahan dan kelemahan
3.     Gejala komplikasi bila terjadi kelainan pada organ-organ vital

Pengobatan
Bergantung pada jenis anemia hemolitik serta penyebabnya, bila disebabkan oleh infeksinya diberantas dan diberikan obat-obatan penambah darah. Namun pada beberapa jenis obat-obatan, hal ini tidak memberi hasil. Maka transfusi darah yang berulang dapat membantu penderita


B. Pengaruh Anemia pada Kehamilan

1. Pengaruh anemia terhadap kehamilan

a. Bahaya selama kehamilan
1.     Dapat terjadi abortus
2.     Persalinan prematuritas
3.     Hambatan tumbuh kembang janin dalam rahim
4.     Mudah terjadi infeksi
5.     Ancaman dekoinpensasi kordis (Hb < 6 gr%)
6.     Mola Hidatidosa
7.     Pendarahan antepartum
8.     Ketuban pecah dini ( KPO )

b. Bahaya saat persalinan
1.     Gangguan his – kekuatan mengejan
2.     Kala pertama dapat berlangsung lama, dan terjadi portus terlantai
3.     Kala kedua berlangsung lama sehingga dapat melelehkan dan sering memerlukan tindakan operasi kebidanan.
4.     Kala uri dapat diikuti retensio plasenta, dan pendarahan postpartum karena atonia uteri
5.     Kala keempat dapat terjadi pendarahan post partum sekunder dan atonia uteri

c. Pada Kala nifas
1.     Terjadi subinvolusi uteri menimbulkan pendarahan post partum
2.     Memudahkan infeksi puerpertum
3.     Pengeluaran ASI berkurang
4.     Terjadinya dekompensasi kordis mendadak setelah persalinan
5.     Anemia kala nifas
6.     Mudah terjadi infeksi mainmae


2. Bahaya terhadap janin
Akibat anemia dapat terjadi gangguan dalam bentuk :
1.     Abortus
2.     Terjadi kematian intro uterin
3.     Persalinan prematuritas tinggi
4.     Berat badan lahir rendah
5.     Dapat terjadi cacat bawaan
6.     Bayi mudah mendapat infeksi sampai kematian perinantal
7.     Intelegensi lemah


0 komentar: