SYOK

Senin, 04 Februari 2013

Definisi
Syok merupakan kegagalan sistem sirkulasi untuk memepertahankan perfusi yang adekuat ke orga-organ vital. Syok merupakan suatu kondisi yang mengacam jiwa dan membutuhkan tindakan segera dan intensif.
Penyebab syok pada kasus gawat darurat obstetric biasanya adalah
-          Perdarahan (syok hipovolemik)
-          Sepsis (syok septic)
-          Gagal jantung (Syok kardiogenik)
-          Rasa nyeri (Syok neurogenik)
-          Alergi (syok anaflatik)


Curigai atau antisipasi syok jika terdapat satu atau lebih kondisi dibawah ini :
-          Perdarahan pada awal kehamilan (seperti abortus, kehamilan ektopik atau mola)
-          Perdarahan pada akhir kehamilan atau persalinan (seperti plasenta previa, solusio plasenta, rupture uteri)
-          Perdarahan setelah melahirkan (seperti rupture uteri, atonia uteri, robekan jalan lahir, plasenta tertinggal)
-          Infeksi (seperti abortus yang tidak aman atau abortus septic, amniotonitis, metritis, pielonefritis)
-          Trauma (seperti perlukaan pada uterus atau usus selama proses abortus, ruptua uteri, robekan jalan lahir)

Tanda dan Gejala
-          Nadi cepat dan lemah (110x/menit atau lebih)
-          Tekanan darah yang rendah (sistolik kurang dari 90 mmHg)
-          Pucat
-          Keringat atau kulit terasa dingin dan lembab
-          Nafas yang cepat (30x/menit atau lebih)
-          Gelisah, bingung, atau hilang kesadaran
-          Urin sedikit (kurang dari 30 ml per jam)

PENANGANAN
Prinsip dasar penangana  syok :
·   Tujuan utama pengobatan syok adalah melakukan penangan awal dan khusus untuk menstabilkan kondisi pasien, memperbaiki volume cairan sirkulasi darah, mengefisiensikan sistem sirkulasi darah.
·      Setelah pasien stabil tentukan penyebab syok
Penangan awal
·    MINTALAH BANTUAN. Segera mobilisasi seluruh tenaga yang ada dan siapkan fasilitas tindakan gawat darurat.
·      Lakukan pemeriksaan secara cepat keadaan umum ibu dan harus dipastikan bahwa jalan napas bebas.
·      Pantau tanda vital (nadi, TD, respirasi, dan suhu)
·   Baringkan ibu dalam posisi miring untuk meminimalkan risiko terjadinya aspirasi jika ia muntah dan untuk memastikan jalan napasnya terbuka.
·    Jagalah ibu tersebut tetap hangat tetapi jangan terlalu panas Karena hal ini akan menambah sirkulasi perifernya dan mengurangi aliran darah ke organ vitalnya.
·      Naikkan kaki untuk menambah jumlah darah yang kembali ke jantung.

Penanganan khusus
·      Mulailah infuse intravena (2 jika memungkinkan) dengan menggunakan aboket terbesar no.16 atau yang tersedia. Darah diambil sebelum pemberian cairan infuse untuk pemeriksaan golongan darah dan uji kecocokan (cross match), pemeriksaan hemoglobin, dan hematokrit. Jika memungkinkan pemeriksaan darah lengkap termasuk trobosit, ureum, kreatinin, pH darah, elektrolit, faal hemostatis, dan uji pembekuan darah.
·    Segera berikan cairan infuse (garam fisiologik atau Ringer Laktat) awalnya dengan kecepatan 1 liter dalam 15-20 menit
Catatan:  Hindari penggunaan pengganti plasma (seperti dekstran). Belum terdapat bukti bahwa pengganti plasma lebih baik jika dibandingkan dengan garam fisiologik pada resusitasi ibu yang mengalami syok dan dekstran dalam jumlah banyak dapat berbahaya.
·      Berikan paling sedikit 2 liter cairan ini pada 1 jam pertama. Jumlah ini melebihi cairan yang dibutuhkan untuk mengganti kehilangan cairan yang sedang berjalan
·      Setelah kehilangan cairan dikoreksi, pemberian cairan infuse dipertahankan dalam kecepatan 1 liter per 6-8 jam.
Catatan : Infus dengan kecepatan yang lebih tinggi mungkin dibutuhkan dalam penatalaksanaan syok akibat perdarahan. Usahakan mengganti 2-3kali lipat jumlah cairan yang diperkirakan hilang.
·    Pantau terus tanda-tanda vital (setiap 15 menit) dan darah yang hilang. Apabila kondisi pasien membaik, hati-hati agar tidak berlebihan memberi cairan. Napas pendek dan pipi bengkak merupakan tanda kelebihan pemberian cairan.
·  Lakukan kateterisasi kandung kemih dan pantau cairan yang masuk dan jumlah urin yang keluar. Produksi urin harus diukur dan dicatat.
·      Berikan oksigen dengan kecepatan 6-8 liter per menit dengan sungkup atau kanula hidung.  

0 komentar: